::Well, gotta know the enemy::

Tampilkan postingan dengan label Favorite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Favorite. Tampilkan semua postingan
Moh. Farrah Aidid On 7 November 2011
buka posotop all version CS (ane pake cs3) > open foto yang mau dijadiin sketsa



tekan ctrl+shift+u untuk membuat gambar menjadi hitam putih
ctrl+j (2x) hingga layar background menduplikat jadi layer1 dan layer1 copy


klik gambar mata di samping layer1 copy untuk meng-hidden layer tsb, jadinya seperti ini


klik pada layer1 dan tekan ctrl+i , maka kurang lebih gambar akan menjadi seperti ini


lalu ikuti langkah dgambar ini yang ane lingkarin merah..


Filter >> Other >> Minimum
lalu gambar akan menjadi putih polos atau putih sedikit bercak-bercak hitam..

pilih antara 1-5 sesuaikan dengan selera agan (ane sih 2), lalu klik OK


klik gambar mata sebelah layer1 copy sehingga muncul kembali..
klik pada layer1 copy dan ikuti gambar..


dan hasilnya seperti ini..


pilih filter>>noise>>add noise (normalnya 10)
ikuti gambar lagi.. dan perhatikan yang ane lingkari..(sesuaikan dengan selera agan)

klik OK..

pilih blur>>gaussian blur>> 0,5 (sesuaikan dengan selera agan)


klik gambar ini >> (add layer mask)


lalu pilih filter>>render>>difference cloud, yang gakada boleh pake filter>>render>>cloud sama aja


susunan warna harus kayak gini


ulangi langkah yang ini :
pilih filter>>noise>>add noise (normalnya 20)
klik OK..
pilih blur>>gaussian blur>> (normalnya 2,0)
Last step
pilih image>>adjustmen>>levels
klik OK



This is it!


Thanks to Agan BagasImam
Moh. Farrah Aidid On 12 Oktober 2011








Moh. Farrah Aidid On 30 Mei 2011
Ini merupakan sebuah kutipan dari kisah nyata yang pernah di mailist beberapa tahun silam, berikut kisahnya . Ada sepasang suami istri yang sudah berumah tangga selama 8 tahun. Dengan berjalannya waktu, si istri merasakan adanya perubahan pada sikap suami. suami jadi sering pulang malam, kalau minggu siang sering tidak di rumah. Mula-mula si istri tenang saja, tapi lama lama timbul rasa curiga. Apalagi beredar gosip kalau si suami punya WIL seorang janda muda.

Wanita mana yang tidak sakit hatinya saat melihat pasangannya berselingkuh dengan wanita lain? tapi bagaimana jalan keluar yang terbaik?

Apa tindakan si istri? Apa dia langsung melabrak suaminya dengan tuduhan-tuduhan berdasarkan bukti-bukti hearsay (gosip)?
TIDAK… dia istri yang bijak, dia berlaku seperti biasa dengan suaminya, seakan akan tidak tahu tentang belang suaminya. Sampai suatu Minggu si suami keluar (untuk menemui WILnya), si istri pun membuntuti dari belakang, hingga dia melihat si suami masuk ke dalam sebuah rumah. Ditunggunya selama 5 menit, lalu diintipnya melalui kaca jendela nako. Terlihat si suami sedang baring dengan kepala di pangkuan si janda itu. Terlihat olehnya bahwa janda itu tak cantik cantik amat, biasa aja.

Lalu apa tindakannya? mengambil golok seperti yg diidam idamkan susyxx (teman saya)? mendobrak pintu dan menghabisi keduanya? atau tengkar dan minta cerai? jawabnya TIDAK wahai saudara saudari ku yang terkasih dalam nama Tuhan… sekali kali tidak.. Diamatinya apa yang dilakukan suami dan janda itu… rupanya sambil baring dengan kepala dipangkuan janda itu, mereka ngobrol sambil si janda menyuapi suaminya pepaya yang sudah dipotong kecil2 dengan garpu…

Setelah melihat semua ini, si istri pulang (malas melihat adegan 18 tahun ke atas alias XXX triple x).

Si istri tetap berlaku seperti biasa dengan suaminya, seakan akan tidak tahu tentang belang suaminya.
Sampai suatu hari minggu si suami izin mau keluar rumah:
“Bu, aku keluar ya?”
“mau kemana??”
“biasa ke rumah temen, kongkow2…”
“Jangan keluar lah, ada yang mau kubicarakan…”
“ada apa sih?”
Si suami terpaksa membatalkan niat nya.

Dari lemari es, si istri mengeluarkan sepiring pepaya yang sudah dipotong2 kecil2….
lalu duduk di kursi panjang.
“sini, aku mau bicara… ada pepaya kesukaanmu….”
Si suami dengan enggan duduk disebelah istrinya…

“Jangan duduk begitu, baring donk, taruh kepalamu di pangkuan ku, biar ku suapi….”

Geeeleeeeggggaaaarrrr…… *terasa seperti guntur siang bolong di telinga si suami*

terpaksa dia nurut….

Lalu sambil menyuapi suaminya pepaya dengan garpu, si istri bilang
“Suamiku, kita sudah berumah tangga lebih dari 8 tahun.. kalau aku punya kekurangan apa, ada hal2 yang kamu tidak senangi, kamu beritahu langsung pada aku… yang bisa diubah tentu akan ku ubah, yang penting rumah tangga kita tetap harmonis…”
Si suami sampai tak bisa menjawab, apalagi melihat garpu yang bergerak disekitar tenggorokannya…..

Lalu apa yang terjadi selanjutnya??
Tanpa menggunakan kekerasan, tanpa ribut2 yang memalukan, masalah terselesaikan. si suami tidak lagi mengunjungi WIL nya….

Bagaimana menurut Anda?

Moh. Farrah Aidid On 22 Maret 2011


Black Hawk Down | cove
Seperti yang saya janjikan bahwa menjelang perhelatan Academy Award ke-83 di akhir Februari tahun ini, saya akan mengisi blog tercinta ini dengan film-film yang pernah mendapat nominasi atau pun penghargaan dari Oscar. Pilihan saya pun jatuh pada film perang garapan sutradara Ridley Scott, Black Hawk Down, yang juga kita kenal sukses mengarahkan Alien (1979), Gladiator (2000), American Gangster (2007) serta yang paling teranyar Robin Hood (2010).

Black Hawk Down sendiri merupakan film layar lebar ke-11 yang disutradarai oleh Ridley Scott tahun 2001. Karena penggarapannya yang serius pada film ini sehingga mengantarkan Black Hawk Down ke pentas Oscar 2002 dengan mengantungi 4 nominasi. Dari 4 nominasi yang didapatkan, ia berhasil membawa pulang dua piala Oscar, yaitu menang kategori Best Editing dan Best Sound. Dua kategori gagal dimenangkan, yaitu Best Cinematography dan yang paling diinginkan oleh semua sutradara, Best Director. Sebagai informasi, di tahun 2001 itu juga, Ridley mengeluarkan karyanya yang lain, Hannibal yang dibintangi Anthony Hopkins dan Julianne Moore. Sayangnya tak seperti Black Hawk Down, film yang cukup dipuji kritikus itu tak mengantungi satu pun nominasi.

Kembali ke Black Hawk Down, film yang dibuat berdasarkan kejadian nyata ini dibukukan oleh seorang penulis bernama Mark Bowden dengan judul Black Hawk Down: A Story of Modern War. Buku ini menggambarkan sengitnya pertempuran Mogadishu di mana sekelompok pasukan Amerika Serikat melakukan penyerbuan untuk menangkap penguasa Somalia, Mohamed Farrah Aidid.

Black Hawk Down | movie

Dengan sandi operasi berjuluk Irene, Jenderal Garrison (Sam Shepard) mengetuai serangan yang dilakukan oleh pasukan Delta, Ranger dan Resimen Operasi Khusus ke-160 dengan misi menangkap para kaki tangan dan bawahan penting dalam pemerintahan Farrah Aidid. Serangan ini dipusatkan pada pasar Bakara, tempat yang dicurigai berkumpulnya orang-orang penting di bawah Aidid. Jenderal Garrison memperkirakan bahwa misi ini akan berlangsung tidak lebih dari setengah jam dengan membawa hasil yang diinginkan. Pasukan Ranger yang dipimpin oleh Sersan Matt Eversmann (Josh Hartnett) diberi tugas untuk menyelesaikan misi ini dan diberi pesan agar jangan seorang pun dari pasukan yang ditinggalkan di medan pertempuran.

Black Hawk Down | movie

Namun misi tak berjalan dengan mulus dan melenceng dari perkiraan semula. Semuanya diawali oleh jatuhnya Pratu Todd Blackburn (Orlando Bloom) sewaktu akan melakukan penurunan dari helikopter. Serangan dengan persenjataan berat oleh para milisi Somalia kepada mereka semakin mempersulit misi tersebut. Korban dari pihak militer Amerika Serikat dan milisi mulai berjatuhan. Semuanya semakin diperparah dengan jatuhnya helikopter pemberi bantuan udara yaitu Black Hawk setelah dihantam dengan tembakan peluru roket dari pasukan milisi. Situasi pun semakin memanas dan runyam setelah satu helikopter kembali jatuh. Misi yang semula diperkirakan berlangsung cepat dan singkat seketika berubah menjadi mimpi buruk yang tak bisa dibayangkan.

Black Hawk Down | movie

Namun sesuai pesan yang diberikan pada mereka bahwa tak boleh ada yang ditinggalkan, mereka pun menuju ke lokasi jatuhnya kedua helikopter untuk mengevakuasi pilot dan awak yang ada di dalamnya. Dua orang penembak jitu dari pasukan Delta, Randy Shughart dan Gary Gordon akhirnya gugur dalam tugas setelah berusaha menyelamatkan salah seorang pilot yang selamat. Keduanya dianugerahi Medali Kehormatan Anumerta. Sementara itu para prajurit yang memiliki sifat yang berbeda-beda harus bahu-membahu menyelamatkan rekan mereka yang terjebak dalam pertempuran yang berlangsung sepanjang malam.


Di Balik Produksi Black Hawk Down
Film yang meraih pendapatan sebesar US$108 juta dolar lebih ini pada awalnya merupakan gagasan sutradara Simon West yang menyarankan produser Jerry Bruckheimer untuk membeli hak cipta buku Black Hawk Down: A Story of Modern War buah karya Mark Bowden dan mengijinkan West untuk menyutradarai jika filmnya dibuat. Namun akhirnya West beralih ke proyek lain di mana dia lebih tertarik menyutradarai film yang diadapsi dari sebuah video game terkenal. Judul film itu adalah Lara Croft: Tomb Raider (2001). Film pun kemudian diserahkan penanganannya pada Ridley Scott.

Agar tampak terlihat nyata, para aktor pun diberikan pelatihan militer yang sebenarnya untuk menghayati peran yang mereka mainkan. Para aktor yang berperan sebagai anggota pasukan Delta pun diberikan pelatihan selama dua minggu, khususnya para aktor yang berperan sebagai pilot. Sebagai informasi bahwa pelatihan pilot ini diarahkan oleh Mike Durant yang asli sendiri di mana dia memang pernah ditawan selama beberapa hari oleh milisi Somalia dan akhirnya dibebaskan. Film pun mengambil lokasi syuting bukan di Somalia, tapi di Rabat dan Sale, Maroko. Tak satu pun aktor atau orang Somalia yang terlibat dalam pembuatan film ini.

Para Aktor Saat Pelatihan

Film Black Hawk Down sendiri ditaburi oleh banyak bintang besar yang berperan sebagai tentara Amerika Serikat. Namun mereka sendiri berasal dari berbagai negara di belahan dunia: Ewan McGregor sebagai John Grimes berasal dari Skotlandia, Eric Bana sebagai Sersan Hoot berasal dari Austria, Jason Issacs yang kita kenal lewat perannya sebagai Lucius Malfoy di franchise Harry Potter dan si peri Orlando Bloom di trilogi Lord of the Rings berasal dari Inggris, Kim Coates dari Kanada, dan masih banyak lagi yang lainnya yang mungkin kalian kenal dalam film ini. Bagi penggemar serial Prison Break, di sini ada William Fichtner (sebagai agen Alexander Mahone di serial tersebut) yang ikut ambil bagian dalam film ini.

Battle of Mogadishu
Pertempuran Mogadishu (Battle of Mogadishu) merupakan bagian dari Operation Gothic Serpent yang berlangsung pada tanggal 3 dan 4 Oktober 1993 di Mogadishu, Somalia, antara pasukan Amerika Serikat yang dibantu oleh UNOSOM II dan pasukan milisi Somalia yang setia pada penguasa Mohamed Farrah Aidid yang mendapat dukungan dari pejuang rakyat sipil bersenjata. Di bawah arahan Jenderal William F. Garrison, operasi ini dilakukan untuk menagkpa para pemimpin suku Habr Gid yang diketuai oleh Mohamed Farrah Aidid sendiri. Pasukan tersebut terdiri dari 19 pesawat udara, 12 kendaraan darat, termasuk beberapa jip Humvee, dan 160 prajurit.

Jend. Mohamed Farrah Aidid
Selama operasi tersebut, helikopter Black Hawk Down jatuh tertembak. Tiga helikopter lainnya rusak parah. Beberapa prajurit yang terluka yang mampu dievakuasi dibawa ke pangkalan militer, namun yang lainnya terjebak di daerah lokasi helikopter jatuh. Pertempuran sengit dengan milisi setempat berlangsung sepanjang malam.

Keesokan paginya, pasukan gabungan dikirim untuk membantu para prajurit yang terjebak. Pasukan gabungan tersebut terdiri dari pasukan Pakistan, Malaysia dan Divisi Mountain ke-10 Amerika Serikat. Mereka mengerahkan 100 kendaraan darat, termasuk tank M60 milik militer Pakistan dan kendaraan pengangkut lapis baja Condor milik militer Malaysia, serta beberapa dukungan udara.

Angka korban tewas dari pihak Somalia tak diketahui secara pasti, namun diperkirakan beberapa ratus sampai lebih dari seribu milisi dan penyerang tewas, dengan jumlah korban terluka adalah 3.000 sampai 4.000 orang. Komite Palang Merah Internasional memperkirakan 200 milisi Somalia tewas dan beberapa ratus orang terluka dalam pertempuran sengit tersebut. Buku Black Hawk Down: A Story of Modern War memperkirakan 700 orang milisi tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka, namun Somali National Alliance mengumumkan bahwa hanya 133 orang tewas dalam pertempuran itu. Menurut koran Washington Post, 312 orang tewas dan 814 orang terluka. Pada awalnya, Pentagon melaporkan 5 tentara Amerika Serikat tewas, namun akhirnya menjadi 18 orang tewas dan 73 orang terluka. Di pihak pasukan PBB, satu orang tentara Malaysia tewas, tujuh tentara Malaysia dan dua tentara Pakistan terluka. Di waktu itu, pertempuran ini menjadi pertempuran paling berdarah yang melibatkan pasukan militer Amerika Serikat setelah perang Vietnam setelah akhirnya berpindah pada Second Battle of Fallujah di Irak tahun 2004.

Pada tanggal 2 Agustus 1996, penguasa Mohamed Farrah Aidid tewas di Mogadishu. Di hari berikutnya, Jenderal Garrison pensiun.

Kontroversi Seputar Black Hawk Down
Begitu Black Hawk Down dirilis, Somali Justice Advocay Center di California mengecam bahwa apa yang ada dalam film tersebut adalah brutal dan secara tidak manusiawi menggambarkan diri masyarakat Somalia. Mereka menyerukan untuk memboikot film ini. Dalam sebuah wawancara radio, seorang aktor dalam film ini, Brendan Sexton mengatakan bahwa film ini sangat berbeda sekali dari yang diceritakan dalam naskah aslinya. Menurutnya, banyaknya adegan yang ada menimbulkan pertanyaan yang sulit terjawab oleh militer Amerika Serikat sehubungan dengan realita mengenai kekerasan perang, apa tujuan mereka yang sebenarnya di Somalia, dan lain sebagainya, yang tidak ditampilkan di film ini.

Sexton kemudian menulis sebuah artikel di tahun 2002 di mana dia berpendapat bahwa film Black Hawk Down gagal memberikan penjelasan di balik perlawanan masyarakat Somalia terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di negara mereka. Tulisnya: “Masyarakat Somalia seolah-olah digambarkan tidak tahu akan apa yang terjadi. Mereka hanya terlihat berusaha membunuh orang Amerika – sama seperti penjahat lainnya – akan melakukan apa saja untuk menggigit tangan yang memberi mereka makan. Tapi masyarakat Somalia bukanlah orang-orang yang bodoh. Bahkan banyak dari mereka yang geram karena kehadiran militer Amerika mendukung rezim Barre yang korup.

Dalam ulasannya di New York Times, kritikus film Elvis Mitchell mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap “kurangnya karakterisasi” yang ada dalam film dan menambahkan bahwa film ini “nyaris berbau unsur rasisme”.

Kritik juga dilayangkan pada para aktor Afro-Amerika yang dipilih untuk memerankan orang Somalia di mana dalam film ini tak sedikit pun memperlihatkan bagian yang unik dari orang Somalia. Begitu juga dengan pengucapan bahasa yang sedikit pun tidak menyerupai khas orang Somalia. Mereka gagal menangkap dialek, kebiasaan dan semangat hidup orang Somalia sebenarnya.

Tak lama setelah Black Hawk Down dirilis, penulis Mark Bowden, yang juga menulis skenario film ini mengatakan pada surat kabar bahwa karakter yang dimainkan oleh Ewan McGregor didasarkan pada Ranger John Stebbins, “Namun pejabat di Pentagon meminta namanya diubah dalam upaya menjaga rasa malunya karena kasus sodomi dan pemerkosaan terhadap putrinya yang berumur 6 tahun. Alih-alih, nama ini diubah menjadi John Grimes dengan “alasan kreatif”.

Pejabat militer Malaysia yang pasukannya terlibat dalam Battle of Mogadishu melayangkan keluhan tentang keakurasian film ini. Brigadir Jenderal Purnawirawan Abdul Latif-Ahmed, yang pada saat itu mengetuai pasukan Malaysia di Mogadishu, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa penonton di Malaysia akan mendapatkan kesan bahwa pertempuran sesungguhnya dilakukan sendiri oleh Amerika, sementara pasukan Malaysia adalah “supir bus yang datang untuk mengangkut mereka”.

Black Hawk Down | movie

Jenderal Perves Musharraf, yang kemudian hari menjadi Presiden Pakistan setelah kudeta, juga menuduh para pembuat film ini tidak menghargai kerja baik yang dilakukan oleh tentara Pakistan. Dalam biografinya berjudul In the Line of Fire: A Memoir, dia menuliskan: “Kinerja luar biasa pasukan Pakistan di saat situasi buruk itu sangat dihargai dan dikenal oleh PBB. Sayangnya, film Black Hawk Down mengabaikan peran penting Pakistan di Battle of Mogadishu. Saat pasukan Amerika Serikat terjebat di wilayah pemukiman yang padat di kawasan Madina Bazaar di Mogadishu, Resimen Angkatan Darat Garis depan Ketujuh Pakistan-lah yang membantu membebaskan mereka. Keberanian pasukan Pakistan mestinya juga diberi penghargaan yang pantas, namun di film ini seolah insiden hanya melibatkan tentara Amerika saja.” Sumber

iMDB Rating : 7.7/10
Sutradara : Ridley Scott
Pemain : Josh Hartnett, Ewan McGregor, Tom Sizemore, Eric Bana, Jason Isaacs, William Fichtner
Batas Usia : Untuk dewasa adegan kekerasan dan kesadisan perang, serta bahasa kasar.
Link Subtitle : BRRip-GreatMagician, Black.Hawk.Down.2001.DVD9.720p.BluRay.x264-REVEiLLE.id.srt
Link Film : Mediafire

Moh. Farrah Aidid On 10 November 2010
Anti-gravity Water
THE EFFECT: You take any drinks bottle and hand it out for examination. It is totally unprepared. You remove the top/cap and tip some of the liquid out to show that it is completely normal.


Bottle Cap Matrix
THE EFFECT: You take four beer bottle capsand hand them out for examination. You place them on a flat surface in a square shape. covering just two caps with your hands you make one cap jump to the other one. Then you make the third cap jump and finally the fourth one until they are all in a single pile. Your hands are shown to be completely empty - Amazing!


Change Paper to Money
This is a cool illusion to turn paper from a magazine into real money! Watch the illusion below then learn magic tricks!


Rubber Band Tricks
THE EFFECT: You take one ordinary rubber band between your fingers and a regular finger ring in your other hand. As if by magic you make the ring visually penetrate right onto the rubber band. The ring is clearly on the rubber band, there is no mistake. Just as quick you remove the ring right off the band!


Matchstick Puzzles
THE EFFECT: You borrow any two ordinary matches. You place one on the tip of your pointer finger. Taking the second match in your other hand you begin to move the match closer to the first match. The second the two matches meet the match on your finger jumps off across the room!


Ribbon Off Matchbox
THE EFFECT: You show an ordinary matchbox with a ribbon running through the middle, the ribbon is clearly shown going in one side and out the other. You get a spectator to hold both ends of the ribbon so that the matchbox is not going anywhere.


Chinese Linking Rings
THE EFFECT: The magician clearly shows two solid steel rings to the audience. Yet magically and inexplicably the magician is able to link and unlink the solid rings seemingly at will. Watch my performance below...


Self Folding Note Trick
THE EFFECT: The magician takes an ordinary bank note out of their pocket and shows it to the audience. The magician displays the note on their hand open palm up. It is unfolded and flat in the magician's palm.


Cut & Restored String
THE EFFECT: You show your spectators an ordinary drinking straw and a piece of string. You place the string into the straw so that it hangs down from both ends. The string is clearly going right through the straw. You bend the straw in the middle and cut it into two. No mistake the straw is in two pieces and so is the string
Moh. Farrah Aidid On 6 Oktober 2010